Ardian Syaf, Komikus Superman dari Tulungagung

Bila melihat kepopuleran manga seperti Naruto dan One Piece, serta berjayanya superhero Amerika yang kemudian sukses menembus layar lebar seperti Batman, Superman atau Avengers, tentu akan banyak orang yang berangan-angan ingin menjadi komikus. Angan-angan yang tampak menyenangkan, sehari-hari hanya menggambar tapi dapat banyak uang dan ketenaran. Namun, karena industri komik di Indonesia tidak semaju di luar negeri, seperti AS atau Jepang, tidak banyak orang Indonesia yang akhirnya sukses sebagai komikus. Banyak komikus Indonesia berbakat yang tidak mendapat ketenaran di negerinya sendiri melebihi Masashi Kishimoto, pembuat Naruto. Bahkan tak jarang yang royalti karyanya hanya dibayar murah. Hanya sedikit dari mereka yang berhasil go international dan mendapat penghasilan yang layak, salah satunya adalah Ardian Syaf.

Komikus Superman Membuat Contoh Komik

Komikus DC Asli Indonesia (facebook.com/ardian.syaf)

Ardian Syaf yang saat ini bekerja di DC Comics, tinggal di Desa Tenggur, Kecamatan Rejotangan, Tulungagung, Jawa Timur. Sejak kecil dia telah bermimpi menjadi komikus, itulah yang membuatnya memilih kuliah di Desain Komunikasi Visual, Universitas Negeri Malang. Menjadi sarjana pada tahun 2004, suami dari Evi Retnowati itu mencoba peruntungannya dengan mengirimkan karya berupa gambar dan cerita kepada beberapa penerbit dan media cetak di Jakarta, tapi selalu tidak membuahkan hasil. Tanpa kenal menyerah, upaya Ardian mulai menunjukkan titik terang di tahun 2005, setelah dia membuka situs digitalwebbing.com berdasarkan info dari teman-temannya. Dia kemudian mencoba memasang galeri desain komiknya untuk ditawarkan ke perusahaan luar negeri.

Setelah mengirim beberapa karya, Ardian mulai dilirik oleh para penerbit komik luar negeri, di antaranya adalah Alex Cross, pemilik penerbit komik independen di Amerika Serikat. Namun ketika itu Ardian baru dibayar dengan jumlah yang kecil, sampai kemudian dia bergabung dengan Dabel Brothers Publishing dan berhasil mendapatkan kontrak sebagai seorang penciler dengan honor $1000 di awal kontrak dan $100 untuk setiap lembar gambar yang dia buat. Pada tahun 2007 Ardian mengerjakan proyek The Dresden Files karya Jim Butcher, menceritakan petualangan seorang penyihir muda di zaman modern bernama Harry Dresden yang melawan musuh-musuh berupa makhluk asing.

Contoh Komik The Dresden Files

Ardian Syaf dan Karya-karyanya (facebook.com/ardian.syaf)

Kesuksesan The Dresden Files membuat Ardian dipinang oleh Utopia Studio, sebuah lembaga Spanyol yang menaungi banyak komikus. Lewat lembaga tersebut kemudian dia bergabung dengan Marvel Comics sebagai fill-in artist, namun berhenti setelah menyelesaikan tiga buku komik; X-Men: Manifest Destiny Nightcrawler #1, Captain Britain and MI: 13 vol. 1 #13 dan #14, serta Official Handbook of The Marvel Universe A to Z Update (2010) #1. “Kurang cocok sepertinya,” jelasnya tentang hal tersebut.

BACA JUGA  3 Mangaka Ini Adalah Sumber Inspirasi Komik Bleach, Siapakah Mereka?

Lepas dari Marvel, pada tahun 2009 dia langsung dipinang secara eksklusif oleh DC Comics dan mendapatkan kontrak baru di tahun 2012. Di DC Comics, Ardian menggarap komik-komik Batman, Batgirl, Superman, JLA serta beberapa komik lainnya. Selain honor yang bagus, oleh DC dia diberi kebebasan untuk berkarya, salah satunya adalah dengan memasukkan kota fiktif bernama Little Jakarta di Kota Gotham. Dalam ilustrasinya, Ardian menggambar reklame kampanye Jokowi-Ahok lengkap dengan tulisan DKI-1, walau dia bukanlah penggemar Jokowi. “Representasi Jakarta saja,” katanya menjelaskan konsep Little Jakarta yang muncul di seri 9 komik Batgirl.

Reklame Jokowi dalam Komik Batgirl

Batgirl dan Little Jakarta (feedage.com)

Saat ini Ardian tengah menikmati hasil jerih payahnya yang dimulai puluhan tahun lalu. Honornya sekarang rata-rata di atas $200 per lembar, “Bahkan kertas gambar dikirim langsung dari sana (Amerika),” ujarnya. Namun mimpi Ardian tidak terhenti sebatas materi, “Saya ingin mengerjakan sebuah proyek komik Indonesia dengan seorang teman. Dia terus meminta saya untuk membuat cerita (komik) saya sendiri. Suatu hari nanti (saya akan mewujudkannya),” jelas nominator Hugo Award for Best Graphic Story (tahun 2009 dan 2010) tersebut saat diwawancara pada tahun 2013, “Saya ingin mendirikan perusahaan komik di Indonesia sebelum berusia 40 tahun.”

Contoh Karya Ardian Syaf, Komik Superman Earth One

Superman Earth One vol. 3 (facebook.com/ardian.syaf)

Sumber tulisan: wikipedia, kompasiana, comicswaitingroom.com, indonesiaproud.wordpress.com

Add Comment