Hasmi, Kepopuleran Gundala dan Jodoh yang Tertunda

Hasmi terlahir di Yogyakarta pada 25 Desember 1946 dengan nama Isman Surasa Dharmaputra. Karena sering sakit, nama kecil itupun diubah oleh orangtuanya menjadi Harya Suraminata. Orang-orang ketika itu meyakini bahwa anak yang sering sakit adalah karena ‘keberatan’ nama. Di kalangan teman-temannya, Hasmi lebih dikenal dengan panggilan Nemo.

Komik Indonesia Jadul, Gundala

Hasmi Berfoto Bersama Karyanya, Gundala Putra Petir (mangaataukartun.blogspot.com)

Komikus yang lebih dikenal sebagai ‘bapaknya’ Gundala ini sejak kecil memang suka menggambar. Bersekolah di SD Ngupasan 2 Yogyakarta, Hasmi kecil melanjutkan pendidikan ke SMP dan SMA BOPKRI (Badan Oesaha Pendidikan Kristen Republik Indonesia) I Yogyakarta. Selepas SMA, Hasmi yang awalnya ingin jadi insinyur, gagal melewati tes masuk teknik Universitas Gajah Mada (UGM). Kemudian dia mendaftar Akademi Seni Rupa Indonesia (ASRI) pada tahun 1967 yang hanya diseriusinya sampai 1968. Pada tahun 1969 Hasmi melahirkan Gundala dan memutuskan untuk keluar dari ASRI, karena kepopuleran Gundala ketika itu membuat waktunya habis untuk menggambar. Sebelum Gundala, Hasmi telah lebih dulu melahirkan Maza Si Penakluk, tokoh superhero pesanan sebuah penerbit yang menginginkan karakter seperti Hercules atau Tarzan untuk diterbitkan.

Pada 1971 Hasmi kuliah lagi di Akademi Bahasa Asing, jurusan Bahasa Inggris dan lulus pada 1974. Saat kuliah di ABA, Hasmi merampungkan Gundala Jatuh Cinta yang merupakan cerminan kisah hidupnya dalam memburu cinta. Dikisahkan bahwa Sancaka, sosok manusia Gundala, jatuh cinta kepada Cakti mahasiswi semester 2 ABA, anak kost asal Pasuruan Jatim. Namun Cakti menolak cintanya, sehingga Sancaka patah hati dan limbung. Hasmi sendiri mengaku bahwa dirinya agak pecundang dengan perempuan, kepopuleran Gundala tidak serta-merta mengangkat kepopuleran dirinya di mata kaum hawa. Hasmi menemukan jodohnya pada usia 53 tahun dan kini pernikahannya dengan Mujiyati telah membuahkan 2 orang anak, Batari Sekar Dewangga dan Ainun Anggita Mukti.

BACA JUGA  7 Hal Yang Wajib Kamu Ketahui Tentang Eiichiro Oda, Mangaka One Piece
Komik Gundala Jadul

Kemunculan Perdana Gundala Putra Petir (behance.net)

Selain Gundala Putra Petir dan Maza Si Penakluk, superhero karya Hasmi antara lain adalah Jin Kartubi, Pangeran Mlaar, Merpati, Sembrani dan Kalong. Setelah era kejayaan komik Indonesia meredup dan penerbitan Gundala tidak lagi dilanjutkan, Hasmi mencoba peruntungannya sebagai penulis skenario, bahkan bintang tamu di sinetron yang ditulisnya sendiri. Beberapa skenario yang pernah ditulisnya adalah Kelabang Sewu, Lorong Sesat dan Harta Karun Rawa Jagitan, selain itu Hasmi juga aktif menulis skenario untuk program televisi ketoprak di TVRI Yogyakarta. Hasmi juga adalah sutradara dan penulis skenario paling produktif dari Teater Stemka untuk acara televisi.

Karya Hasmi dan Tokoh Komik Indonesia lainnya di media luar negeri

Para Jagoan Komik Indonesia (internationalhero.co.uk)

Sejak tahun 2000an, komikus yang tinggal di Karangwaru Lor, Jalan Magelang km 4, Yogyakarta tersebut sudah tidak seproduktif dulu, di masa kejayaan Gundala Putra Petir. Namun meski kemampuannya menggambar relatif terbatas, ide untuk mengangkat nilai-nilai lokal dalam komik tetap tak terbendung. Pada September 2010 yang lalu Hasmi dengan beberapa komikus lokal telah berhasil menerbitkan Antologi Komik Keris. Diterbitkan oleh Metha Studio, antologi tersebut dikerjakan keroyokan oleh Hasmi dengan Santhi Sheba, Banuarli Ambardi, Koessoenarjono, Ajon, Sungging dan Dwi “Jink” Aspitono.

Hasmi meninggal dunia pada 6 November 2016, pukul 12.30 di Yogyakarta. Hasmi sempat menjalani operasi usus dan dirawat selama 10 hari di Rumah Sakit Bethesda Yogyakarta. “Kita yang menerima warisan (Gundala) dari puncak pencapaian itu. Sudah ada yang menolong dan bekerja sama dengan Mas Hasmi, setahu saya ada PT Bumi Langit, entah mau dikomikkan, atau dianimasikan tentu sangat berperan bagi Mas Hasmi di hari-hari terakhirnya,” demikian kata Butet Kartaredjasa, ketika menjelaskan tentang kelanjutan kisah Gundala, sepeninggal Hasmi.

Harya Suraminata Meninggal

Pemakaman Hasmi (kompas.com)

Sebelum meningal, harapan terbesar Hasmi adalah agar media, para ahli komik dan pengamat komik bisa bekerjasama dan berperan besar untuk membantu mengembangkan dan kembali menyebarluaskan keberadaan komik di negeri ini. Harapan besar demi kebangkitan komik Indonesia.

BACA JUGA  Inilah Mangaka dan Animasi Yang Menginspirasi Lahirnya One Piece

Selamat jalan Nemo.

Sumber tulisan: wikipedia, suaramerdeka.com, viva.co.id, kompas.com, damuhbening.wordpress.com, duniaku.net

2 Comments

  1. Bambang Priyadi August 21, 2015
    • Alabn August 25, 2015

Add Comment