Inilah Komik Pertama di Indonesia dan Dunia

Komik telah menjadi kegemaran banyak orang di dunia ini, tidak hanya anak-anak dan laki-laki bahkan orang dewasa dan perempuan pun banyak yang menyukainya. Lewat komik, manusia bisa memvisualisasikan masa depan, bahkan impian-impian hampir mustahil seperti manusia terbang, memanjangkan tubuh atau berubah bentuk jadi raksasa, dapat diwujudkan lewat komik.

Will Eisner, penerbit buku Graphic Storytelling pada 1996, mendefinisikan komik sebagai “Tatanan gambar dan balon kata yang berurutan, dalam sebuah buku komik.” Sedangkan Scott McCloud pada buku Understanding Comics, mengatakan bahwa komik adalah “Rangkaian gambar yang bersanding dan diurutkan dengan sengaja, dimaksudkan untuk menyampaikan informasi dan/atau menghasilkan respon estetika bagi yang melihatnya.” Bila mengacu pada penjelasan McCloud, maka lukisan dinding pada masa prasejarah sudah bisa didefinisikan sebagai komik.

Sebenarnya hingga sekarang definisi komik sendiri masih terjadi perbedaan pendapat di antara para ahli, jadi apakah lukisan dinding prasejarah dapat disebut komik, masih bisa diperdebatkan. Namun para ahli sepakat bahwa komik pertama yang dipublikasikan secara massal adalah komik yang dibuat dan diterbitkan oleh Rudolphe Topffer pada tahun 1837 berjudul Les Amours de Mr. Vieux Bois. Komik yang pembuatannya dimulai sejak tahun 1827 tersebut kemudian diterjemahkan di Amerika Serikat pada tahun 1842 menjadi The Adventures of Obadiah Oldbuck, diterbitkan dalam bentuk 6 – 12 panel per halaman, sebanyak 40 halaman dengan ukuran halaman sekitar 8,5 x 11 inci.

Obadiah Oldbuck, Komik Pertama

Komik Pertama di Dunia (pinterest.com)

Scott McCloud menyebutkan bahwa Rudolphe Topffer adalah “Bapak Komik Modern” karena telah mengenalkan konsep batas panel dalam komik sekaligus mengkombinasikan antara gambar dan kata-kata, padahal Topffer sendiri ketika membuat komik tersebut sama sekali tidak bermaksud mempublikasikannya, hanya untuk dibaca teman-teman dekat saja.

Komik dari Bapak Komik Modern

Ilustrasi awal komik Topffer (leonardodesa.interdinamica.net)

Komik Pertama Topffer Sebelum Terbit

Ilustrasi Komik Topffer Sebelum Diterbitkan (konkykru.com)

Sejak saat itulah kemudian komik menjadi berkembang hingga sekarang, dari semula hanya untuk menghibur teman dekat, menjadi industri yang menggurita. Lihat saja bagaimana Amerika Serikat meraup untung lewat dua penerbit komik terbesar mereka, Marvel Comics dan DC Comics. Tokoh-tokoh komiknya dilayarlebarkan, kemudian dibuatkan serial televisinya, juga mainan dan pernak-pernik lainnya untuk dikoleksi para penggemar. Komik juga dapat dijadikan sarana propaganda ketika pada Perang Dunia II lahir sosok Captain America, atau sebagai alat penyebaran budaya sebagaimana yang para komikus Jepang lakukan.

BACA JUGA  Sejarah Gundala, Kendala Hak Cipta dan Film Terbarunya

Di Indonesia, komik mulai dikembangkan sejak tahun 1930an dengan karakter komik pertama yang diterbitkan adalah Put On karya Kho Wan Gie, yang muncul dalam bentuk komik strip di koran Sin Po. Kemudian bermunculan buku-buku komik asli Indonesia, tokoh-tokoh seperti Godam, Gundala, Si Buta dari Goa Hantu, Panji Tengkorak dan lainnya perlahan diminati oleh masyarakat. Komikus-komikus lokal bergantian bermunculan, dunia komik Indonesia mengalami masa keemasan sebelum pada tahun 1980an komik impor Amerika Serikat dan Jepang membanjiri toko-toko buku, menenggelamkan komik lokal yang sempat berjaya. Setelahnya hingga kini, komik Indonesia belum mampu lagi untuk bangkit, kalah populer oleh Superman, Spiderman, Batman atau Naruto.

Put On

Komik Strip Pertama Indonesia (sekuensi.com)

Namun kenyataan itu tidak membuat para komikus lokal berhenti berkarya. Melalui koran dan majalah, bahkan dunia maya, para komikus lokal menampilkan karya mereka, membangun komunitas, mendidik komikus-komikus baru, dengan harapan suatu saat nanti komik Indonesia bisa kembali menjadi raja di negeri sendiri. Harapan yang tentunya bukan kemustahilan. Harapan yang sudah seharusnya kita dukung bersama.

Sumber tulisan: leonardodesa.interdinamica.net, konkykru.com, ngomik.com, sekuensi.com, kompas.com, mania.com dan wikipedia serta sumber-sumber lain

Add Comment