Sejarah Gundala, Kendala Hak Cipta dan Film Terbarunya

Generasi 90an mungkin banyak yang belum mengenal sosok Gundala Putra Petir. Tapi dalam sejarah komik Indonesia, Gundala adalah salah satu tokoh komik superhero yang menonjol dan pernah difilmkan pada tahun 1980an.

Gundala Putra Petir adalah tokoh superhero karya Hasmi yang pertama kali muncul dalam bentuk komik pada tahun 1969 dengan judul Gundala Putra Petir dan diterbitkan oleh Penerbit Kentjana Agung. Ide kekuatan Gundala yang berupa petir, menurut Hasmi terinspirasi dari tokoh legenda Jawa, Ki Ageng Selo, yang mampu menangkap petir dengan tangannya. Sedangkan desain fisik dan kostum Gundala sendiri terinspirasi dari sosok The Flash, karangan Gardner Fox yang diterbitkan oleh DC Comics.

Gundala sendiri dikisahkan merupakan sosok superhero jelmaan Sancaka, seorang peneliti jenius yang menemukan serum anti petir. Patah hati karena diputus cintanya oleh sang kekasih, Minarti, Sancaka berlari dalam galau di tengah hujan kemudian tersambar petir dan mengalami koma. Dalam keadaan koma Sancaka diangkat ke sebuah planet yang dikuasai oleh raja bernama Kaisar Kronz, yang mengangkatnya sebagai anak dan memberinya kekuatan super untuk mengendalikan petir.

Selama rentang waktu 1969 hingga 1982, Hasmi telah merampungkan 23 judul komik Gundala Putra Petir sebelum akhirnya difilmkan oleh PT Cancer Mas Film. Berikut ini adalah judul komik yang kemudian diterbitkan ulang oleh Penerbit Bumi Langit pada tahun 2005:

  1. Gundala Putera Petir (1969).
  2. Perhitungan di Planet Covox (1969). Edisi ini Gundala bertemu Pangeran Mlaar, seorang superhero yang dapat memanjangkan tubuhnya seperti karet. Pangeran Mlaar juga adalah tokoh superhero karya Hasmi.
  3. Dokumen Candi Hantu (1969). Ini adalah pertemuan pertama Gundala dengan musuh besarnya, Ghazul.
  4. Operasi Goa Siluman (1969).
  5. The Trouble! (Kerusuhan) (1969). Edisi ini tidak dicetak ulang oleh Penerbit Bumi Langit karena kendala hak cipta.

    Komik Gundala Jadul

    Kemunculan Perdana Gundala Putra Petir (behance.net)

  6. Tantangan buat Gundala (1969).
  7. Panik (1970).
  8. Kunci Petaka (1970).
  9. Godam vs Gundala (1971). Gundala dan Godam dikisahkan tertukar kostum dan kekuatan super, keduanya kemudian bertarung karena menyangka satu sama lain adalah palsu. Edisi ini merupakan crossover antara Gundala karya Hasmi dengan Godam karya Wid NS.
  10. Bentrok Jago-jago Dunia (1971). Edisi ini tidak dicetak ulang oleh Penerbit Bumi Langit karena kendala hak cipta. Dalam edisi ini terdapat berbagai tokoh komik luar negeri seperti Thor, Hulk, Cyclops dan lain-lain.

    Hak Cipta Jago Dunia Dalam Komik Gundala

    Edisi Gundala Bentrok Jago-jago Dunia (planetsuperhero.wordpress.com)

  11. Gundala Jatuh Cinta (1972). Dikisahkan bahwa Gundala jatuh cinta kepada Cakti, mahasiswi semester 2 ABA asal Pasuruan, Jawa Timur. Namun Cakti menolak cintanya dan membuat Gundala gulana karena patah hati.
  12. Bernafas dalam Lumpur (1973).
  13. Gundala Cuci Nama (1974). Muncul Gundala palsu buatan Pengkor, salah satu musuh bebuyutan Gundala. Akibatnya nama baik Gundala jadi tercemar dan diburu oleh teman-temannya sesama superhero.
  14. 1000 Pendekar (1974).
  15. Dr. Jaka dan Ki Wilawuk (1975).

    Komik Jadul Indonesia, Gundala Cuci Nama

    Komik Gundala ke-13 (buku2gratis.blogspot.com)

  16. Gundala sampai Ajal (1976).
  17. Pangkalan Pemunah Bumi (1977). Gundala diceritakan bertemu untuk pertama kali dengan Sedhah Esti Wulan, yang kemudian akan menjadi istrinya. Punya kemampuan beladiri yang mumpuni, Sedhah nantinya juga akan dikenal sebagai superhero perempuan bernama Merpati.
  18. Penganten buat Gundala (1977).
  19. Bulan Madu di Planet Kuning (1978).
  20. Lembah Tanah Kudus (1979).

    Gundala Bersama Istrinya

    Gundala dan istrinya, Merpati (fan-made endrutheapeman/deviantart)

  21. Gundala Sang Senapati (1979). Horyona, mertua Kaisar Kronz yang jahat, mengutus cucunya untuk menuntut tahta Kerajaan Petir. Ayah angkat Gundala tersebut kemudian mengutus Thirhapy untuk membantu sang Putra Petir menghadapi Athon, raksasa dengan kapak petir.
  22. Istana Pelangi (1980).
  23. Surat dari Akherat (1982).

Pada tahun 1996, Gundala sempat muncul kembali dalam komik berjudul Patriot. Dalam komik terbitan Sraten Komik Indonesia itu Gundala beserta Godam, Maza dan Aquanus dikisahkan bertempur melawan makhluk-makhluk mengerikan hasil eksperimen yang muncul di tengah hutan.

Gundala dalam Grup Patriot

Komik Patriot (id.wikipedia.org)

Film Gundala Putra Petir terbaru rencananya akan disutradarai oleh Hanung Bramantyo. Diproduksi kerjasama Mahaka Pictures dengan Bumi Langit Studio dan Brown Entertainment, Gundala The Movie direncanakan akan masuk bioskop pada tahun 2016 mendatang. Dengan kemunculan Gundala The Movie nanti, Erick Thohir sang produser berharap superhero Indonesia akan bisa menyaingi kepopuleran superhero luar negeri. “Jangan cuma kenal Batman aja tapi kita juga ada Gundala,” ucap Erick Thohir. Kita semua tentu berharap hal itu dapat terwujud.

Sumber tulisan: wikipedia, suaramerdeka.com, 21cineplex.com, duniaku.net

2 Comments

  1. Wahyu June 23, 2016
    • Alabn June 23, 2016

Add Comment